Catatan Pinggir
catatan sederhana dari hal-hal sederhana
Minggu, 28 Juni 2026
Selasa, 17 Februari 2026
Kemewahan Menjadi Tidak Tahu
![]() |
| Ilustrasi Gemini AI |
Tiga puluh tahun yang lalu, di sebuah dusun di pedalaman Jambi yang dikepung rimbun hijau dan keterbatasan informasi, saya memiliki satu harta karun yang tidak saya sadari: Ketidaktahuan.
Hari ini, di era di mana informasi membanjiri saku setiap orang, ketidaktahuan dianggap sebagai bencana atau keterbelakangan. Namun, jika saya menengok ke belakang, ke sosok remaja yang baru saja menuntaskan SMA di sekolah dusun itu, saya menyadari bahwa ketidaktahuanlah yang memberi saya keberanian yang melampaui logika.
Sabtu, 20 September 2025
Bonsai: Hobi, Kontemplasi, dan Investasi Pensiun
Saya punya hobi berkebun. Awalnya, menanam sayur, bunga, dan tanaman umur pendek lainnya di lahan yang sangat terbatas. Rasanya menyenangkan bisa melihat benih tumbuh menjadi hijau, kemudian panen meski hanya secuil. Tetapi, ada satu masalah yang sering muncul: tubuh tak selalu sanggup untuk merawatnya.
Rutinitas dari subuh hingga magrib sudah cukup menguras tenaga. Kadang Sabtu pun masih harus berangkat kerja. Pulang ke rumah, badan sudah lelah tak tertahankan. Harapan bisa berbagi peran dengan anak atau istri untuk ikut merawat tanaman pun sering berakhir sama: kelelahan.
Masalahnya, tanaman-tanaman itu manja. Tidak disiram satu atau dua hari saja, keesokan paginya sudah layu. Kalau dibiarkan, bisa gagal panen. Dari situlah saya mulai berpikir ulang: mungkinkah ada jenis tanaman yang lebih “sabar” terhadap kesibukan saya?
Selasa, 16 September 2025
Ketika Oncom Memisahkan, Jengkol Menyatukan
Aku dan istriku itu ibarat dua aplikasi yang nggak kompatibel, tapi entah kenapa kalau dipaksa buka bareng, malah jadi seru. Dari soal makanan aja, udah beda dunia. Dia bisa bahagia luar biasa ketemu pasta, kwetiaw, atau oncom. Aku? Paling banter soto dan nasi hangat plus panggang. Kalau ada oncom di meja, mending aku bikin mie goreng instan.
Tapi anehnya, ada satu makanan yang bikin kami seperti menemukan bahasa yang sama: jengkol. Bayangkan, semua perbedaan bisa hilang begitu piring jengkol mendarat. Yang biasanya debat soal “makan di luar atau masak sendiri,” tiba-tiba berubah jadi “ayo bareng-bareng serbu jengkol.” Romantis? Entahlah. Tapi jelas aromanya nggak bisa bohong: kami bersatu.
Sabtu, 13 September 2025
Pelukan Sebelum Tidur: Jejak Hangat yang Tak Pernah Hilang
“Selamat tidur, Mama. Selamat tidur, Papa.”
Kalimat sederhana yang dulu selalu terdengar setiap malam di rumah kami. Diiringi pelukan kecil dari tangan-tangan mungil yang kini telah beranjak remaja. Seingatku, kebiasaan itu mulai memudar ketika mereka masuk bangku SMP—bukan karena cinta yang berkurang, mungkin hanya karena mereka merasa sudah “dewasa”. Namun jauh di dalam hati, aku yakin pelukan-pelukan kecil itu meninggalkan jejak yang dalam.
Dari sudut pandang psikologis, pelukan pada anak bukan sekadar sentuhan fisik. Sentuhan lembut dan penuh kasih itu menstimulasi produksi hormon oksitosin—hormon yang sering disebut sebagai “hormon cinta”. Oksitosin membantu menurunkan kadar stres, memperkuat rasa aman, dan membangun ikatan emosional yang kuat antara anak dan orang tua. Saat anak merasa diterima dan dicintai, mereka tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih baik, dan memiliki kemampuan lebih besar untuk membangun hubungan yang sehat di kemudian hari.



